Jumat, 01 Juli 2011

Kukendalikan Hatiku




Alkisah, seorang lelaki santun duduk di tepi sungai. Ia sudah beberapa lama tidak makan apapun. Lalu sebutir apel yang terbawa arus itu dipungutnya, dan dimakan. Sesaat kebutuhannya terpenuhi. Namun sesaat kemudian hati kecilnya menggugat. “Apel siapa ini? Mengapa aku memakannya tanpa minta izin?”

Lelaki itu menelusur ke hulu, mencari pemilik apel tersebut. Beberapa jauh kemudian ia menemukan pemiliknya. Ia minta tindakannya memakan apel hanyut tanpa izin pemiliknya tersebut dimaafkan. Abdullah, pemilik kebun, itu bersedia memaafkan dengan syarat tertentu. Yakni agar lelaki itu bersedia menikahi putrinya. “Tapi putriku itu buta, lumpuh, dan bisu,” kata Abdullah.

Lelaki itu mengangguk. Ia siap melakukan pekerjaan halal apapun untuk mendapatkan maaf. Hatinya tidak akan pernah tenang sebelum ia mendapatkan maaf itu. Pernikahan pun dilangsungkan. Sang istri, Fatimah, ternyata seorang gadis luar biasa. Cerdas, cantik, dan sama sekali tidak buta, lumpuh dan bisu. “Ia buta dari perbuatan melihat maksiat, lumpuh dari melangkahkan kaki ke tempat-tempat yang tidak benar, serta bisu dari ucapan yang tidak senonoh,” kata Abdullah. Mereka dikaruniai anak saleh yang kemudian menjadi tokoh besar sufi, Syekh Abdulqadir Jaelani.

Apa yang membuat ayah Abdulqadir Jaelani begitu bersusah payah mencari pemilik apel yang hanyut di sungai? Bukankah si pemilik tak merasa kehilangan bila sebutir apel dari kebunnya yang luas jatuh ke sungai. Ia juga akan merasa maklum jika ada yang memungut apel itu, dan kemudian memakannya. Ia tentu tidak akan mempersoalkan seandainya tahu siapa yang memakan apel itu. Apalagi ia sama sekali tidak tahu siapa yang memakan apel itu, bahkan tidak tahu kalau apelnya hanyut di sungai.

Tidak demikian bagi seorang saleh sejati seperti ayah Abdulqadir Jaelani. Sebutir apel, dalam keadaan sangat lapar, sungguh berarti bagi perutnya. Namun hatinya tidak dapat menerima apel tak bertuan itu. Hatinya terus terjaga dalam keadaan jernih. Noda setitik pun yang akan mengotori kejernihan hati akan membangkitkan mekanisme untuk membuang jauh noda itu, dan mengembalikan kejernihan hati seperti semula. Hati itu menggerakkan kakinya untuk melangkah, menggerakkan bibirnya untuk minta maaf, dan menggerakkan seluruh jiwa raganya untuk menerima persyaratan apapun buat mendapatkan maaf itu.

Apa yang sebenarnya ada pada hati itu sehingga mempunyai daya gerak yang begitu hebat?



Tuhan tidaklah memandang rupa seseorang. Tidak pula memandang bentuk seseorang itu. Namun, Tuhan memandang hati orang tersebut.

Lewat hati manusia pula, Tuhan mengungkapkan kehadirannya pada diri seseorang. Lewat hati seseorang dapat merasakan bahwa Tuhan memang “lebih dekat dibanding urat leher sendiri”. Lewat hati, seseorang dapat merasakan hal yang dalam penggambaran sufistik, “dengan mata-Nya ia melihat, dengan telinga-Nya ia mendengar, dengan tangan-Nya ia menyentuh.”

Sachiko Murata, profesor bidang studi agama di Universitas New York, menilai banyak ayat-ayat kitab suci yang membahas mengenai hati sebagai sentralitas pada diri manusia, Secara harfiah, hati itulah yang akan membalik, mengubah, memaju-mundurkan, serta menaik-turunkan manusia. Tidak berlebihan bila hati dipandang sebagai “lokus kebaikan dan kejahatan, maupun kebenaran-kesalahan.”

Hati yang akan mengendalikan seseorang hingga tenteram atau gelisah. Hati yang akan menentukan seseorang sukses atau tidak dalam mengarungi gelombang hidup. Itu yang menjelaskan mengapa para imam sufi tak henti untuk menekankan pentingnya, latihan tanpa akhir untuk mengendalikan hati.

 ·  · Share · Delete

Senin, 20 Juni 2011

Menata Hati, menuju kehidupan lebih berarti


 Bismillahirrohmanirrohim
“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah yang aku maksudkan adalah Hati.” (Hadis Riwayat Al-Bukhari)


          Hati, sebuah anugerahNya, dengan adanya Hati kita dapat merasakan indera yang tidak bisa terbaca oleh otak. Hati mengajarkan orang untuk bertindak-tanduk baik dalam kehidupan, Hati pun mengarahkan kehidupan ini untuk menciptakan suasana yang harmonis sebagai makhluk sosial. Hati pun sebiru embun yang memberi kesejukan dan menundukkan amarah dikala manusia menggunakan akal saja dalam menjawab kegalauan hidup. Hati-Hatilah dengan HATI karenanya JAGALAH HATI!
deni-triwardana-hati-kotor (1).jpg          Fase-fase untuk melepaskan diri dari sisi remaja nampaknya sudah diambang gerbang perpisahannya. Mau bukti?? Tentulah saat ini kita sudah tidak berkostum putih abu-abu, hampir hari ini kita sudah semakin dewasa, mulai  mencari sampingan uang saku yang bukan dari kantung orang tua lagi, sebagian sudah punya bisnis kecil-kecilan, bisnis pulsa, bisnis les privat, bisnis kuliner, hingga bisnis skala besar. Tapi mungkin sebagian masih merasakan nikmat di “ketiaki” no problem but not for our future.
          Remaja adalah fase menuju pencarian jati diri yang sudah sedapatnya kita temukan hari ini. Kita temukan untuk loncatan kehidupan selanjutnya yaitu fase kedewasaan. Fase menuju kedewasaan inilah jejak rekam kita harus mantapkan, mulai disiapkan tanah terbaik untuk benih disemai berupa jasadiah serta pikiran yang bersih dan sehat dengan keimanan  kita pada sang Khalik, dibangunnya fasilitas pengairan sebagai penggembur hari-hari kita dengan maksud sebagai ibadah dan amaliah yang terus tanpa henti, ditakarnya pupuk sebagai energi pembangun dan penyegar nutrisi harian kita dengan selalu menyerukan dalam kebenaran dan kesabaran (QS Al Ashr:3), tentunya  anti hama yang terbaik diberikan untuk membentengi dari serangan-serangan perusak diri, perusak tujuan mulia kita, visi utama kita Surga Allah SWT. Lebih dalamnya filosofis ini bagaimana klorofil sebagai pencipta dinamika kehidupan bisa digambarkan sebagai HATI, sebagai pusat pembangun, NYAWA KEHIDUPAN.
          Perumpamaan diatas tak semudah bagaimana dinyatakan dalam kehidupannya. Karena siapa tahu apakah memang Hati dapat berbicara??, mengutarakan kebersihannya atau noda apa yang kita cemarkan. Apakah justru kemungkinan Hati kita telah lama beku, membiru dan tak mampu menyatakan lagi nilai-nilai kebaikan. Naudzubillahi min Dzalik. Saat inilah waktunya perbaikan bagi para pemilik Hati untuk menuju kedewasaan jiwa. Karena itulah kita sudah saatnya meninggalkan jiwa remaja. Karenanya sadarilah……
“Waktu, mengubah kita semua hal kecuali kita. Kita mungkin Menua dengan berjalannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kitalah yang harus mengubah diri kita sendiri.”
`        Sudah sesiap apakah kita mampu membangun diri kita untuk mendewasa?, jika belum, menyadarinya saat ini pun bukan kata terlambat. Karena kita bukan hidup untuk diri ini, melainkan untuk membangun tahapan selanjutnya. Memantaskan pada siapa diri ini layak untuk membangun peradaban kecil yaitu rumah pendidikan –baca:tarbiyah, rumah peradaban yaitu Keluarga. Peradaban akhirat yang didalamnya menjaga tujuan kita, membuka tabir hijab kita pada Allah SWT dan semakin mendekatkan pada akhir pencapaian JannahNya–baca: Surga. Isteri dan anak-anak kita yang akan menghiasi kebaikan rumah kita, yang mendoakan jasad kita yang sudah terbujur kaku, yang semoga kita ditetapkan dalam HATI yang bersih. “ Yaa Muqallibal quluub tsabbit quluubina ‘ alaa diinik” yang artinya Wahai Tuhan yang membolak-balikkan Hati, teguhkanlah Hatiku untuk selalu taat kepada-Mu, Rasululluah SAW pun berdoa padaNya untuk menata HATI.
Sudahkah lengkap HATI ini menjaga segala indera kita hari ini. Ada ungkapan “ghaadul bashaar ilaa ghaadul quluub” artinya menjaga pandangan untuk menjaga Hati. Seperti pada sabda Rasul sebelumnya, Allah SWT lah penguasa HATI kita. Masihkah juga akan kita nodai, kita kotori dengan perbuatan yang bukan menjadi tuntunan Rasululullah?. Atau karena kita masih mendasari keadaan masyarakat umum hari ini dengan tanpa adanya pacar hidup gak seindah yang dibayangkan, mungkin pula mudahnya iri Hati muncul, sedikit saja perasaan dengki tanpa disadari, dan hasad selalu muncul tanpa disadari akan semakin menambah hijab kehidupan kita, hijab untuk tujuan mulia kita, lagi-lagi untuk sepetak SurgaNYA kelak. Wallahu ya’ lamu ma laa tasna’ un
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya”" (QS. An-Nuur : 30-31).
          Semoga sekiranya kita bisa membuktikan fase dewasa ini benar-benar dapat menjadikan kita Pria tangguh untuk Isteri dan anak-anak kita. Menjadikan diri kita Wanita terkokoh dalam menjaga lingkungan pendidikan keluarga sejak keluar dari rahimnya, dan semoga anak-anak kita kelak bisa istiqomah membuktikan bahwa dari HATI yang terjaga akan memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat

Disinilah bermula

Mari Membaca dan Menulis!

Bermula dari mengisi kekosongan pikiran. karena mulanya sebuah keyakinan dan ketaatan bagaimana mengelola pikiran menjadi buah yang kezat bagi para penikmatnya.
Al Asnaan secara istilah artinya adalah "Gigi", dengan filosofi kehidupan bagaimana gigi memiliki kemanfaatan besar dalam menjaga keutuhan sistem lain, holistik kehidupan terkandung dalam fungsionalnya. gigi menguatkan arti penting sebuah profesi, gigi membuktikan rahasia Ilahi terkandung didalamnya, yang tak mungkin dapat ditiru makhluknya. gigi adalah layaknya mesin-mesin penggerak, pendorong, perubahan struktural zat yang melewati secara mekanis. gigi menampakan keindahan bagi pemiliknya, gigi menginternalisasikan kekurangan dengan saling mengisi ruang-ruang kepedulian.

Melalui media inilah keinginan untuk menyalurkan daya nalar yang dibalut dengan pemahaman keislaman, kontekstual dalil yang kokoh, kecukupan mengatur tata bahasa, menguatkan saya untuk mencoba menuliskannya kembali. karena banyak manusia terbaik hadir di muka bumi selalu meninggalkan karya terbaiknya. saya ingin menjadi bagian dari manusia terbaik, yang Allah swt tinggikan derajatnya, memuliakan jasad dan ruhnya, melapangkan urusannya dunia dan akhirat. Wallahu ' alam bish showab
  
   

Kamis, 19 Mei 2011

TEKAD Izzatul Islam

Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang kan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini , darah ini sepenuh ridho Ilahi
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari bujur
Tuju sasaran , siapapun pemanahnya

Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya

Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi

Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap dilontarkan dan menghujam
Menembus dada lantakkan keangkuhan

Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Mengoyak dan menumbang kezaliman

Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi Rabbi

Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan

Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam
Tuk arungi da?wah ini , jalan panjang

Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi



- karya ini, menatap sebuah janji jannahNya, dibalut tekad yang penuh keistiqomahan menjalaninya, untuk usia yang terus habis, berikan hambamu ini unutk tekad hidup lebih baik..doa orang tua, kasih sayangnya dan para pejuang pendahulu, pembela agama ini...semoga dapat dipertemukan kembali dalam romansa perjuangan yang tak kenal kata lemah..kata letih...kata-kata menunda dan mundur...

Kamis, 28 April 2011

Teruntuk Adik-adikku Dalam Lindungan Allah SWT


Bismillahirrohmanirrohim

Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Q.S Al Ahzab: 59
[1232]. Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada. 

 Firman Allah SWT yang menjadi pedoman jalan hidup kita, semoga menjadi sebuah titik tolak bagi kita, mulai dari yang terdekat dari kehidupan kita, ibu kita, adik-adik perempuan kita, sahabat-sahabat kita, dan menuju syiar yang lebih luas. 
disarikan dari artikel Oase edisi april 2011, teruntuk keluargaku di rumah, adik-adikku yang senantiasa dalam jalan agama Allah SWT. 

Menutup Aurat merupakan kewajiban. dibalik perintah Allah SWT  ini tersembunyi banyak keutamaan yaitu:
Pertama, Menjaga kehormatan; jilbab upaya syar' i untuk menjaga atau melindungi kehormatan dan mencegah semua hal-hal yang mengakibatkan terjadinya kecurigaan, fitnah dan kerusakan.
Kedua, Kesucian hati; Jilbab dapat membawa kesucian hati orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, mengisi hati mereka dengan ketakwaan dan menjunjung tinggi kehormatan
Ketiga, Kemuliaan Akhlak atau Budi Pekerti; Jilbab mengajak untuk senantiasa berakhlak mulia, memiliki sifat iffah* (menghindari dari perbuatan dosa), kesopanan, rasa malu dan ghairah.
Keempat, sebagai tanda kesucian diri; Jilbab sebagai tanda atau simbol syar' i yang menunjukkan sosok wanita mulia dan suci didalam kesucian dan kehormatan mereka, serta jauh dari noda keraguan maupun prasangka
Kelima, Mencegah keinginan menuju kesesatan (bujuk rayu syaithon); Jilbab sebagai langkah preventif sosial terhadap petaka hati, serangan-serangan yang tanpa disadari oleh laki-laki dan perempuan. dari sanalah jilbab akan memangkas habis ambisi-ambisi buruk, membendung penglihatan-penglihatan khianat dan mencegah tindak jahat seorang laki-laki dan perempuan terhadap kehormatanya. jilbab pun sebagai langkah preventif terhadap munculnya tuduhan keji kepada wanita-wanita yang telah bersuami, menjalarnya berbagai ucapan kotor, keragu-raguan, prasangka buruk dan berbagai bisikan setan lainnya.
Keenam, Menjaga rasa malu; Maka, pengaruh terbesar dengan rasa malu ini membawa diri untuk berhias dengan akhlak luhur, dan menciptakan benteng kokoh yang dapat melindungi diri dari tingkah laku hina.dan jilbab merupakan sarana untuk menjaganya yang jika melepasnya sama saja melepas rasa malu dari dalam diri seorang wanita.
Ketujuh, Jilbab sebagai benteng sosial; menjaga masyarakat dari budaya yang mengancam kebersihan dan kesucian diri
Kedelapan, Benteng Kesucian diri; Jilbab bisa menjaga dan menjaga muslimah dari godaan perzinahan
Kesembilan, Wanita adalah aurat; dan Jilbaba adalah penutupnya dan ini adalah bagian dari ketakwaan.
Kesepuluh, Jilbab sebagai penanda identitas dari wanita muslimah.


"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. " Q.S: An-Nuur: 31

Adik-adikku (padusi) inilah sebagai pemenuh kewajiban untuk kita saling ..watawa shoubil haq wata shoubish shobr.. karena hidayah itu hanya turun dari Allah SWT, dan memulainya pun dari diri masing-masing. karena inilah yang memudahkan jalan kita menjadi jiwa yang Muthmainnah yang dijanjikan kembali ke surganya..

semoga hati kita bagai perumpaan sekerat daging yang terjaga keasliannya, kesuciannya dan ketika harus kembali kepada pemiliknya tetap terjaga.

"....Alaa wa inna fil jasadi mudghotan idzaa sholuhat sholuhal jasadu kulluhu wa idzaa fasadat fasada jasadu kulluhu, alaa wa hiya qolbu" H.R Bukhari dan Muslim

Wasalamu' alaikum Wr Wb

dari Abangmu teruntuk;
Tata sebagai teladan adik-adikmu lainnya semoga tetap istiqomah,Fathiya (upi') Adikku yang semakin tumbuh dewasa dan semoga dalam jalan yang selalu Allah SWT mudahkan.Tiara (Tir..) Adikku yang selalu menjadi kebanggaan Ayah dan Mama semoga menjadi muslimah yang mandiri, Alifia (Fia/ Kakak) dan Priyanka(Yanka) Semoga kalian tumbuh dan dewasa menjadi penolong Ayah dan Mama serta selalu dalam lindunganNya..
salam sayang dan doa dari abang-abangmu (Ufo dan Rinal).. 

Soliditas adalah bagian dari Islam


Bismillah semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
Ust. Muhallimin Madrasah Ilmiyah wa Tarbiyah 23/04/11 
1. Amal dibalut dengan Niat suci, Hadist Arba' in no 1, 
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah ε bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan(1) tergantung niatnya(2). Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya (3) karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.
niat terbagi menjadi tiga untuk menuju ikhlas, niat ikhlas qobla 'amaliyah, ikhlas saat beramal, ikhlas ba'da amal yang ketiga inilah yang sulit dijaga karena begitu banyak permasalahan muncul karena kekotoran hati yang menjadi penentunya adalah niat yang menjaga kmurnian ikhlas dalam amal

2. Tarbiyah Mustamirrah, menjaga asholah sebuah proses belajar dan membentuk pribadi muslim yang berkualitas, mantap untuk berkarya, terjun ke masyarakat dan tidak ada kata berhenti untuk pembelajaran. pendidikan yang terus berlanjut untuk para pengusung dakwah menjadi sunnatullah dalam menghadapi tantangan problematika ummat hari ini, dan sebagai bentuk penghilang ataskeraguan-raguan untuk bergerak dan atas ketidakjelasan maka dari itu tetaplah istiqomah

3. Ma' rifatul hadaf min Jama' ah, disinilah perlu dan dipahami secara mendasar tujuan dari berjama' ah sehingga untuk mencapai sebuah hasil yang menjadi cita-cita peradaban ini dan kuncinya untuk dapat memenuhi dan mengaktualisasikannya adalah mantapkan diri untuk sebenar-benarnya dengan menjaga Ibadah-ibadah kepada Allah SWT.

4. Husnudzhan bil Akharin, 
" Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."QS AL Hujuraat:12
dipahami sebagai sebuah pengertian untuk memperkuat barisan ini dengan menjaga sikap, prasangka, dan tingkah laku kita terhadap saudara kita, karena pemahaman ini barisan yang tersusun ini akan mudah runtuh dengan kekotoran-kekotoran penyakit hati yang mudah saja bagi syaitan masuk disaat hati ini goyah.
 "Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan.  Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku." QS Al-Mu' minun: 97-98:
dan sekaligus menjadi penguat agar kesolidan diri, saudara dan agama ini bisa menuju sebuahJama'atul Muslimuun sehingga kebaikan itu akan terpancar dan nyatalah kuasa Allah SWT untuk islam akan tegak kembali di muka bumi

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah imandan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.  QS Al Hujuraat: 11

5. Mempelajari Sejarah dan Orang-orang sukses

Mengingatkan bahwa Ir Soekarno dalam menjalani kehidupan selanjutnya jangan sekali-kali melupakan sejarah! JAS MERAH dan inilah yang memperkuat jiwa muda seseorang yang selalu belajar dari kesalahan untuk memikirkan kebaikan yang bisa dihasilkan di hari esok. Sejarah orang terdahulu, sejarah penaklukan kota Makkah untuk penahbisan bahwa perjuangan itu Allah SWT berikan dengan kesabaran dan keikhlasan untuk mencapainya, sejarah pun yang melahirkan tokoh yang pemikirannya melewati zaman, Drs Mohammad Hatta yang telah terpikirkan kejahatan-kejahatan neo-kapitalisme yang telah terprediksi, dan begitu banyak cerita tentang kebaikan, fitnah dan tantangan baik dahulu sejak sekarang yang menghujam para pembela kebenaran. Dengan sebuah kisah bagaimana fitnah yang keji dilancarkan kepada Ummul Mu'minin Aisyah r.a yang kemudian turunlah surah A Hujuraat: 6 dan Rasulullah SAW yang saat itu diam saat ditanya kebenaran dari peristiwa tersebut.
"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar(11).
Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.(19)
" An-Nuur:11 dan19"

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu" Q S Al Hujuraat: 6
ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk siap menghadapi keadaan terburuk sekalipun Allah SWT mengetahui yang haq. meski akhirnya harus terasing, mati di tiang gantungan dan hilang tanpa jejak. yakinilah di hadapanNya tiada yang indah selain janji untuk menjumpai orang-orang terkasih.

6. Bai'at
" Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah[1396]. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar QS Al Fath:10

" Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Al Mumtahanah: 12
dan inilah yang mengikat hati-hati kita untuk berjanji setia kepada Allah SWT pemilik jasad, Ruh dan seluruh apa yang diperkenankan sehingga bukanlah menjadikan keraguan dalam diri saat puncak sebuah kekuatan untuk memberikan apa yang dimiliki, diyakini, dikuatkan secara fikriyah dan jasadiyah untuk kebaikan dan meninggalkan perbuatan-perbuatan sia-sia

Semoga Allah SWT menetapkan hati ini untuk teguh dan istiwomah didalam jalanNya, Ash-Shiraath Al Mustaqiim banyak dalam aktivitasnya kadang sulit untuk bergerak tapi mudah menuliskannya, berat mengucapkan tapi tergerak untuk meyakini kebaikannya semoga tulisan ini pengisi hati kita yang terpecah-belah.

Teruntuk Para Pengusung Kebaikan di Jalan Allah, Penggelora Semangat Berukhuwah, Para Pembuka Jalan Dakwah Islam untuk Menegakkan Rahmatan lil ' Alamiin, Para peletak dasar-dasar Pendidikan Kehidupan, Para Al Akh yang selalu saja dirindukan untuk kebersamaannya. Semoga dipersatukan dalam Jannahnya..

"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"